| 21 komentar ]

Ahmad Zaki (Pengasuh Punk Muslim)

Inilah fenomena baru: ngaji di kalangan anak Punk. Mereka mengeindetitaskan pengajian komunitas underground itu dengan sebutan Punk Moslem.

Adalah Ahmad Zaki, menyisihkan waktunya untuk mengasuh anak-anak punk belajar membaca Al Qur'an. Zaki, menaruh harapan besar, generasi muda ini kelak menjadi agen perubahan untuk menularkan kebaikan kepada rekan-rekan sesama anak-anak punk.

Pergumulan Zaki dengan komunitas anak-anak punk bermula ketika ia bergaul dengan teman-teman komunitas punk di kawasan Pulo Gadung, Ramadhan setahun yang lalu (2007). Ketika itu, Zaki menjadi Event Organigizer (EO) sebuah pertunjukan musik di sebuah kampus. Ia sering mengundang komunitas punk dalam kegiatan pertunjukan musik di mall-mall, kampus dan sekolah-sekolah.

Saat itulah Zaki mendapat tempat di hati anak-anak punk. Mereka sering bertanya, kapan ada job lagi, maksudnya agenda ngeband. "Mereka yakin, secara materi bisa mendapatkan sesuatu, setelah saya menjadi marketing kelompok band mereka," ujar Zaki mengenang.

Zaki yang aktif di Dompet Dhuafa (DD) rupanya telah mengamati perkembangan anak-anak punk yang acapkali nongkrong di jalan-jalan ini. Meski Zaki bukan anak jalanan, ia merasa terpanggil untuk berdakwah di komunitas anak-anak punk."Dulu, saya pernah pernah bandel. Setidak-tidaknya, saya tahu kehidupan mereka," kilahnya.

Di komunitas band underground itulah, Zaki bertemu dengan (alm) Budi Khaironi, orang yang paling disegani di komunitas punk tersebut. Sebelum meninggal akibat kecelakan motor (Maret 2007), Zaki teringat kata-kata yang pernah diucapkan pimpinan komunitas punk itu: "Bang Zaki, tolong bimbing teman-teman kami (secara spiritual)."

Lalu siapa sesungguhnya Budi Khaeroni (32)? Dia adalah anak jalanan jebolan pesantren yang terjun ke jalan. Selain ngeband dan mengamen, Budi pernah menjadi Ketua Panji (Persaudaaran Anak Jalanan Indonesia).

Perlu diketahui, setiap wilayah di Indonesia, mereka punya persaudaraan, komunitasnya sekitar 5000-an, rata-rata muslim. Jika ada teman-teman yang terjaring trantib, Budi-lah yang mengurus untuk membebaskan rekannya itu. Di usia muda, tepatnya 23 Mei 2007 lalu, Budi meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas, meskipun sempat dirawat selama tiga hari di RS. UKI.

Komunitas Punk Moeslem rupanya mulai banyak jaringannya. "Kalau ikut komunitas mereka di Tangerang, shalat Jumat, misalnya, khotibnya pun dari kemunitas mereka sendiri, gayanya metal abis. Termasuk jamaahnya. Memang, nggak semuanya punk, alirannya beragam, ada yang beraliran regge, alternatif, rap, dan aliran musik lainnya," kata Zaki.

Ternyata Budi tidak sendiri. Ada seorang rekan yang memiliki misi sama untuk mengisi ladang dakwah ini di tengah komunitas anak punk. Ia adalah Bowo, anak kiai jebolan pesantren yang juga habis waktunya di jalan. Sejak itulah, Zaki merasa mendapat dukungan penuh.

"Kalau bukan kita siapa lagi yang akan berdakwah di kalangan anak jalanan. Kalau mau dakwah di komunitas anak jalanan, elu harus main di jalanan. Jika berdakwah di komunitas punk, elu tidak bisa pake baju koko, yang menunjukan kesalehan," begitu Bowo pernah berujar.

Sebagai generasi punk yang tobat, Budi dan Bowo merasa prihatin dan gerah melihat teman-teman yang mengalami disorientasi dalam hidupnya.

"Kini banyak bermunculan generasi punk yang tidak jelas, apakah punk ideologis atau punk modis. Kalau tahun 1994, banyak punk ideologis. Mereka benar-benar punk. Sekarang sekadar punk mode," kata Zaki.

Keprihatinan itulah yang mendorong Zaki, Budi dan Bowo menarik anak-anak punk yang sudah bosan dengan jalan hidupnya. Ngeband dan mengaji adalah kultur baru yang hendak ditularkan ke generasi punk. Mereka menyebut identitas kelompoknya dengan sebutan punk Moeslem. Saat ngeband, syairnya pun bernuansakan Islami. Ketika Islam menjadi basic, mereka mulai malu saat berbuat maksiat.

Punk Moslem lahir karena keprihatinan seorang Budi (alm), akan kondisi pemuda yang berada dikomunitas Punk, hidup tanpa orientasi (anti kemapanan) dan meninggalkan agamanya. Punk Moslem itu didirikan sejak Ramadhan 1427 H (2007). Sebelum berdiri Punk Moslem, Budi sempat mendirikan Warung Udix Band yang berdiri 7 tahun yang lalu dan sempat mengeluarkan album indielabel "Anak Bayangan". Di Warung Udix, ia merekrut anak-anak punk dan mengajarkan pendidikan Islam.

"Kalau orang bangga dengan kemusrikan dan dosa-dosa yang mereka lakukan, tapi punk moeslem bangga dengan agama mereka (Islam). Biar mereka anak jalanan, brutal, tapi anak-anak punk moeslem tetap punya Tuhan. Ketika teman-teman menamakan dirinya punk muslim, ada sebagian komunitas yang menolak punk muslim secara tegas. Mereka berkilah, tidak ada tuh anak punk yang punya tuhan atau ideologis."

Setelah ngeband, anak-anak punk merasa ada sesuatu yang kosong. Sejak 4-5 bulan yang lalu, dibuatlah pengajian rutin. Setiap malam Jumat, diadakan taklim, bentuknya seperti mentoring. Sedangkan Selasa malam, belajar tahsin. Mulanya hanya lima anak yang ngaji, kemudian berkembang menjadi 20 orang, laki-laki dan perempuan. Kini, ngaji bagi mereka adalah sebuah kebutuhan.

Awalnya mereka ada yang atheis. Sampai-sampai ada yang guyon, ah..gue mau masuk Islam atau Kristen dulu. Karena bagi mereka, agama bukanlah sesuatu yang sakral. Kalau pas ngamen, cuma dapat Rp. 300, diantara mereka ada yang teriak: "Allah Maha Pelit". Setelah dibina, anak itu meyakini Allah itu tidak pelit. Tak ada jalan lain, cara membina mereka adalah dengan cara mendoktrin.

"Ketika anak-anak punk sudah menganggap ngaji sebagai kebutuhan, mereka mengirim pesan singkat (sms), malam ini ngaji nggak? Yang jelas, saya tidak ingin mereka merasa sedang diarahkan untuk masuk sebuah pergerakan atau kelompok harakah tertentu. Saat ini, pengajian kami memang belum ada namanya. Paling-paling, teman-teman menyebut pengajian ini pengajiannya punk moeslem."

Zaki menargetkan untuk lebih focus membina 20 anak yang rutin mengaji. Suatu ketika, mereka akan merekrut rekan-rekannya sendiri. Syukur-syukur jaringan ini bisa menyebar lagi. Rencananya, awal Juni ini Zaki akan memberi daurah (pelatihan) di puncak. Dari 20 anak yang mengaji, separuhnya sudah ada yang lancar membaca al Quran.

Meski Zaki bekerja di sebuah lembaga sosial (DD), ia tak diminta untuk berdakwah atas nama institusinya. Secara pribadi, Zaki merasa terpanggil. Tak sia-siaa, hasil dari dakwah itu, tak sedikit anak-anak punk yang hijrah dan mulai pandai mengaji. Sebut saja, Lutfie yang meninggalkan dunia obat dan minuman keras. "Harapan saya ke depan, mereka dapat menjadi agen perubahan bagi teman-teman yang lain," jelas Zaki.

Bukan rahasia umum, anak jalanan kerap dianggap tidak produktif, bahkan dicap sampah masyarakat. Orang kalau berdakwah di masjid itu biasa. Tapi bagaimana jika berdakwah di komunitas anak-anak punk?

Zaki, Budi, dan Bowo adalah segelintir yang mengambil pilihan itu.

Oleh Adhes Satria

21 komentar

suryaden mengatakan... @ 10 Februari 2009 00.51

semoga perjuangan mereka mendapatkan tempat dihati para pemerhati dan pemangku kepentingan terkait, dan semoga teman-teman juga sedikit bisa memahami perjuangannya.

sibaho mengatakan... @ 10 Februari 2009 12.44

salut atas perjuangan teman-teman....

sebentar lagi bakal ada album punk religi nih ;)

admin mengatakan... @ 10 Februari 2009 17.40

@ suryaden
iya bang...
@ sibaho
menurut kabarnya begitu sih bang... heee...

Senoaji mengatakan... @ 10 Februari 2009 18.03

@sibaho:nekakak dulu wkwkwkwkwkwkwkwk punk religi wkwkwkwkwkwkwkwk....

apapun alirannya, tetap berTuhan...

admin mengatakan... @ 10 Februari 2009 18.20

@ senoaji
benar bang "apapun alirannya tetap bertuhan.. wakkkkkkk... :D

Anonim mengatakan... @ 18 Februari 2009 16.58

subhanallah.. semoga di beri umur yng panjang,sehat,dan rezeki bagi mereka yg menolong sesana muslim.. amin QOBUL

GeniusBoy mengatakan... @ 21 Februari 2009 16.08

Alhamdulillah, sudah ada orang yang memperhatikan saudara-saudara muslim kita di jalanan.... Semoga dapat menjadikan perubahan besar bagi muslim jalanan..

Anonim mengatakan... @ 25 Februari 2009 10.00

maaf pak, saya mau nanya. kan saya ada tugas sekolah bikin film dokumenter, nah teman teman saya ingin mengambil tema anak anak punk.
saya baca artikel ini cukup menarik. kalo boleh tau, ahmad zaki, bapak bertemu dia di daerah mana ? makasi pak.

Marrabunta mengatakan... @ 20 Maret 2009 11.59

Info Punk Moslem
http://www.youtube.com/marrabunta
Kontak management = Ahmad Zaki
HP : 0852 162 88236
Tlp : 021 - 681 65250
Email : zaki_punkmoslem@yahoo.com

aan87 mengatakan... @ 5 April 2009 23.00

I am not a junk.. I don't want to get drunk... But I am PUNK

lifki mengatakan... @ 14 Juni 2009 01.53

jiwa memang punk,,
tapi ingat,hanya ALLAH lah tuhan kita....

putra mengatakan... @ 21 Juni 2009 11.55

semoga anak anak funk banyk yang tertarik dengan ke musliman Ahmad Zaki yang telah mendidik anak 2 bandal menjadi anank 2 yang baik

AMIN-AMIN-AMIN-AMIN-AMIN

putra mengatakan... @ 21 Juni 2009 11.57

semoga anak2 funk tertarik pada ke muslimana Ahmad Zaki yang senantiasa memberikan dan mengajarkan anak2 funk yang bandal menjadi baik

AMIN-AMIN-AMIN-AMIN-AMIN

Anonim mengatakan... @ 6 Januari 2010 12.26

oi oi oi

hiko mengatakan... @ 11 Februari 2010 15.35

terimakasih buat Ahmad Zaki karena Ahmad Zaki telah mendidik anak2 punk menjadi muslim

Anonim mengatakan... @ 20 Juli 2010 13.26

cranya untuk gabung gimana c ??

taik klen smua mengatakan... @ 4 November 2010 10.39

PUNK ya PUNK
MUSLIM ya MUSLIM

tidak smua punk itu muslim,
berarti kalian sudah membedakan kepercayaan punk punk yg lain.

beriman itu kembali dengan orang nya,

parah smua klen bah

Anonim mengatakan... @ 3 Februari 2011 17.58

oya saya mendukung bisa saya mengetahui amail pengurusnya saya mau bergabung
ini amail saya armanekayanto@rocketmail.com

Anonim mengatakan... @ 3 Agustus 2011 17.19

Dae .. dae aja !!!!
Banyak banget sekarang berbau2 muslim .. Warteg Muslim, rumah muslim , air muslim , terus punk muslim .... bentar lagi ada toilet muslim ...
Edannnn !!!!!

3yLonk mengatakan... @ 21 Desember 2011 13.24

SIP aku dukung... Lanjutkan...!!!
semoga kita jadi orang yang berguna bagi makhluk yang lain...

Anonim mengatakan... @ 20 Februari 2013 12.34

abang penulis, aku mau penelitian tentang anak punk...bisa jadi teman tukar pikiran ga ?
makasih

Poskan Komentar